Bahaya Ghibah
Bahaya & Ancaman Ghibah
"Dosa Besar yang Menghanguskan Amal Kebaikan"
1. Seperti Memakan Bangkai Saudara Sendiri
وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
"...Dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat: 12)
2. Siksaan Pedih di Akhirat
Rasulullah ﷺ menggambarkan siksaan bagi orang yang suka membicarakan kehormatan orang lain:
لَمَّا عُرِجَ بِي مَرَرْتُ بِقَوْمٍ لَهُمْ أَظْفَارٌ مِنْ نُحَاسٍ يَخْمِشُونَ وُجُوهَهُمْ وَصُدُورَهُمْ فَقُلْتُ مَنْ هَؤُلَاءِ يَا جِبْرِيلُ قَالَ هَؤُلَاءِ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ لُحُومَ النَّاسِ وَيَقَعُونَ فِي أَعْرَاضِهِمْ
"Ketika aku dinaikkan ke langit (Isra' Mi'raj), aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga, mereka mencakar wajah dan dada mereka sendiri. Aku bertanya: 'Siapa mereka wahai Jibril?' Jibril menjawab: 'Mereka adalah orang-orang yang memakan daging manusia (ghibah) dan merusak kehormatan mereka'." (HR. Abu Daud no. 4878, Shahih)
3. Menjadi Orang yang Bangkrut (Muflis)
Pelaku ghibah akan mentransfer pahala amal sholat, puasa, dan zakatnya kepada orang yang ia bicarakan di akhirat kelak, hingga amalannya habis dan ia dilemparkan ke neraka.
"Ghibah lebih berat siksanya daripada zina." (HR. Thabrani)
Rasulullah ﷺ bersabda: "Engkau menceritakan saudaramu tentang sesuatu yang ia benci." Sahabat bertanya: "Bagaimana jika itu memang benar ada padanya?" Rasulullah menjawab: "Jika yang kau katakan benar, maka engkau telah mengghibahnya. Jika tidak benar, maka engkau telah memfitnahnya." (HR. Muslim)