Dakwah Kita

Media Dakwah & Informasi Kajian

Berkasih Sayang

Hakikat Kasih Sayang & Adab Memberi

مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ

"Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi."

(HR. Bukhari & Muslim)

Islam dipertegas sebagai agama kasih sayang melalui sabda Rasulullah ﷺ di atas. Kita diperintahkan untuk menebar rahmat kepada sesama makhluk. Namun, perlu dipahami bahwa kasih sayang memiliki batasan; ia tidak boleh melanggar syariat, tidak boleh membenarkan kemaksiatan, dan tidak boleh menduakan cinta kita kepada Allah dan Rasul-Nya.

Berkasih sayang kepada anak, istri, atau saudara memerlukan kepekaan. Sayang bukan sekadar memberi, tapi memberi dengan tepat. Kita dituntut mengenali apa yang mereka sukai. Jangan sampai kita asal memberi berdasarkan keinginan kita sendiri, sementara yang mereka butuhkan adalah hal lain. Kepekaan terhadap kesukaan mereka adalah bentuk penghargaan tertinggi.

Sebagai bukti nyata perintah ini, Rasulullah ﷺ menganjurkan kita untuk saling bertukar hadiah guna mempererat ikatan hati melalui sabdanya:

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

"Saling memberilah hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai."

(HR. Al-Bukhari)