Dakwah Kita

Media Dakwah & Informasi Kajian

Jangan Riya

Bahaya & Ancaman Riya'

"Pencuri Pahala yang Paling Halus"

1. Ancaman dalam Al-Qur'an

Allah Ta'ala mengancam orang-orang yang shalat namun hatinya riya' (ingin dilihat manusia):

فَوَيْلٌ لِّلْمُصَلِّينَ . الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ . الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ

"Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya'." (QS. Al-Ma'un: 4-6)

2. Kekhawatiran Terbesar Rasulullah ﷺ

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ قَالُوا وَمَا الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الرِّيَاءُ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا جُزِيَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِي الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً

"Sesungguhnya yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil." Sahabat bertanya: "Apa itu syirik kecil?" Beliau menjawab: "Riya'. Allah akan berfirman kepada mereka pada hari kiamat: 'Pergilah kalian kepada orang-orang yang kalian pameri di dunia, lihatlah apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka?'" (HR. Ahmad, Shahih)

3. Allah Menolak Amalan Riya'

قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلاً أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

"Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: Aku adalah yang paling tidak butuh kepada sekutu. Barangsiapa beramal suatu amalan yang di dalamnya ia menyekutukan Aku dengan selain-Ku, maka Aku tinggalkan ia dan sekutunya." (HR. Muslim no. 2985)

4. Diseret ke Neraka

Pelaku riya' adalah orang yang pertama kali diputuskan hukumannya di hari kiamat. Nabi ﷺ menyebutkan orang yang berjihad, mengajar ilmu, dan bersedekah namun riya' akan diperintahkan:

ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ

"...Kemudian diperintahkan agar ia diseret di atas wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka." (HR. Muslim no. 1905)

Renungan: Ibadah yang tulus tidak membutuhkan penonton. Jika kita merasa haus akan pujian manusia, ingatlah bahwa pujian mereka tidak akan bisa menyelamatkan kita dari panasnya api neraka.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ