Kisah Ghulam (Pemuda) dan Pendeta
Kisah Ghulam & Sang Pendeta
"Kejujuran Iman yang Mengalahkan Sihir Kerajaan"
بِاسْمِ اللَّهِ رَبِّ الْغُلَامِ
"Dengan nama Allah, Tuhan anak muda ini."
Persimpangan Antara Sihir dan Iman
Seorang raja zalim memiliki penyihir tua yang ingin mewariskan ilmunya. Dipilihlah seorang pemuda cerdas (*Ghulam*) untuk belajar sihir. Namun, di tengah jalan menuju tempat sihir, sang pemuda bertemu seorang pendeta ahli ibadah (*Rahib*). Setiap hari ia mampir mendengar dakwah pendeta hingga iman masuk ke hatinya, membuat ia bimbang antara kebenaran tauhid dan tipu daya sihir.
Perjalanan Sang Ghulam:
Seekor monster menghalangi jalan orang-orang. Ghulam berdoa: "Ya Allah jika ajaran pendeta lebih Kau cintai, matikanlah hewan ini." Ia melempar batu, dan hewan itu mati. Itulah awal karomahnya.
Ghulam bisa menyembuhkan buta dan kusta, namun ia menegaskan: "Aku tidak menyembuhkan, yang menyembuhkan adalah Allah. Jika kau beriman, aku berdoa untukmu."
Rahib dibunuh, pejabat kerajaan yang beriman juga dibunuh. Ghulam berkali-kali ingin dibunuh (dilempar dari gunung & ditenggelamkan), namun Allah selalu menyelamatkannya.
Ghulam memberitahu cara membunuhnya: "Kumpulkan rakyat, salib aku, ambil panahku, dan ucapkan: *Bismillahi Rabbil Ghulam*."
Kemenangan Hakiki
Saat Ghulam syahid dengan asma Allah, seluruh rakyat yang menonton berteriak: "Kami beriman kepada Tuhannya Ghulam!". Meskipun Ghulam wafat, tauhid menang dan kerajaan sihir runtuh dalam hati rakyatnya.